aku berhenti sejenak di reruntuhan sikap.
tak kutemukan desah nafas didalamny.
hanya tangisan jiwa terpancar dari kedua bola mata yang seakan ingin mencengkeramku.
jangan teruskan karena aku tak sanggup...!
Sudahkah kau mengetahuinya?
atau memang kau telah mengakuinya?
barangkali desah lembutmu padaku itulah jawabnya.
Takdir ini milik kita, walau kita tahu semua takkan mudah.
aku disini tetap berlari menuju kedamaian dalam hati seseorang.
karena terbaik yang kuinginkan.
Pulanglah jika kau menjadi munafik.
jangan mendambaku seperti itu karena aku lelaki lemah.
atau...
mendekatlah jika memang kau merasa egois.
karena bagiku cinta ini bagaikan kepingan yang selalu memiliki dua sisi yang berbeda.
//My room 050909//
Showing posts with label poetry. Show all posts
Showing posts with label poetry. Show all posts
Terapi Mimpi
tak kudengar hembusan nafasku pada suatu ketika.di sudut entah yang kian sepi.
jauh pikiranku berkelana kebelakang mengingat masa kecilku.
Bersih dan suci bagai aroma mariyuana yg melenyapkan sadarku sekarang.
Sejenak cerita itu terkenang kembali.
Kenangan akan seorang sahabat yg kini damai disana.
aku rindu dia,
aku rindu kesombongannya menantang masa remaja kita dulu.
Hingga derai air mata sadarkan aku.
sebuah tanya hinggap di dalam otak yang mulai beku ini.
haruskah aku melakukan hal yang sama???
Aku sudah bosan dengan sekitarku.
mereka hanya boneka kehidupan yang inginkan kemapanan.
aku benci dengan diriku.
yang terpaksa menjadi budak egoisme orang tua.
Kuingin waktu dapat berputar.
agar aku bisa kembali ke masa kecilku.
namun aku sadar itu hanya omong kosong.
Karena mungkin bunuh diri adalah jalan keluar dari segala pertanyaanku.
Bangsat Kecil
peri malam di masa lalu
sedang apakah disana?
enggan bercermin pada malam
terbias luka goresan lama
aku disini gelisah,
mencari tahu apa yang sedang kau lakukan.
masihkah seperti dulu
masih indahkah paras yang pernah kau tawarkan padaku?
tak ada mendung yang menutupi awan
karena kilat bintang pancarkan ketakutan
seakan menembus masa muda kita
yang memang takkan terulang
tak ada yang sehebat engkau
walau kini kita terpisah
kau tetap yang terhebat
karena kau bagai sang malam
detik berlalu angin tetap diam
iringi kedua bola mataku yang enggan terpejam
masih dalam kebisuan aku mencari tahu
sedang apakah bangsat kecil yang pernah kutiduri?
sedang apakah disana?
enggan bercermin pada malam
terbias luka goresan lama
aku disini gelisah,
mencari tahu apa yang sedang kau lakukan.
masihkah seperti dulu
masih indahkah paras yang pernah kau tawarkan padaku?
tak ada mendung yang menutupi awan
karena kilat bintang pancarkan ketakutan
seakan menembus masa muda kita
yang memang takkan terulang
tak ada yang sehebat engkau
walau kini kita terpisah
kau tetap yang terhebat
karena kau bagai sang malam
detik berlalu angin tetap diam
iringi kedua bola mataku yang enggan terpejam
masih dalam kebisuan aku mencari tahu
sedang apakah bangsat kecil yang pernah kutiduri?
Dalam Diam
Tulisanku berhenti sampai disini,
karena sebuah kata yang kucari ternyata tak ada
meski sudah berkali-kali kucari.
Hingga kebisuan hinggap di ujung penaku yang membeku
kenapa harus ada kesedihan dan air mata saat kau pergi.
Jika setiap yang datang memang harus pergi
dan yang pergi belum tentu akan kembali
aku mengerti akan semua itu.
Tidak...,
Tidak akan kusebut lagi namamu,
karena itu hanya membuatku kosong
Namun benarkah hati adalah sebuah ruang mati?
barangkali tidak,
karena kau tetap melintas dan mengisi setiap sudut sepi dan mimpi.
atau...
barangkali aku hanya bisa berhenti memikirkanmu,
tapi tidak melupakanmu
karena sebuah kata yang kucari ternyata tak ada
meski sudah berkali-kali kucari.
Hingga kebisuan hinggap di ujung penaku yang membeku
kenapa harus ada kesedihan dan air mata saat kau pergi.
Jika setiap yang datang memang harus pergi
dan yang pergi belum tentu akan kembali
aku mengerti akan semua itu.
Tidak...,
Tidak akan kusebut lagi namamu,
karena itu hanya membuatku kosong
Namun benarkah hati adalah sebuah ruang mati?
barangkali tidak,
karena kau tetap melintas dan mengisi setiap sudut sepi dan mimpi.
atau...
barangkali aku hanya bisa berhenti memikirkanmu,
tapi tidak melupakanmu
Kendali Mimpi
aku berlari di gelapnya malam,
jauh berlari ke ujung ketidakpastian.
sudah kugapai tapi kulepas lagi
terkubur sudah tertatih sedih.
gelisah tiada akhir hinggap di ujung jemariku
ada apa dengan kata-kata yang terucap?
goresan luka menyayat jiwanya
tautan mimpi terusik lara
adakah disana dia merasa bahagia
tertawa lepas dibawah awan
atau barangkali tidak.
gejolak ini bertanya pada kebisuan yang menemani
sekilas cahaya meredam gelisahku
bukan nyanyian atau canda tawa
sesuatu yang mungkin selama ini kucari
sesuatu yang membeku dan tak pernah mencair dalam darahku
gelap malam sampaikan salamku
mungkin esok aku sudah sampai
resah jiwa kabarkan padanya,
mungkin nanti aku akan menemuinya
jauh berlari ke ujung ketidakpastian.
sudah kugapai tapi kulepas lagi
terkubur sudah tertatih sedih.
gelisah tiada akhir hinggap di ujung jemariku
ada apa dengan kata-kata yang terucap?
goresan luka menyayat jiwanya
tautan mimpi terusik lara
adakah disana dia merasa bahagia
tertawa lepas dibawah awan
atau barangkali tidak.
gejolak ini bertanya pada kebisuan yang menemani
sekilas cahaya meredam gelisahku
bukan nyanyian atau canda tawa
sesuatu yang mungkin selama ini kucari
sesuatu yang membeku dan tak pernah mencair dalam darahku
gelap malam sampaikan salamku
mungkin esok aku sudah sampai
resah jiwa kabarkan padanya,
mungkin nanti aku akan menemuinya
Malam
malamku biru ada disini
jendela hati membentang tawa
walau kulukis namamu pada sehelai angin
sedang imaji mengelana
terlihat muram suara getaran asa
pada sepucuk rindu aku bersua
seakan malam menyapa lelapku
pada keheningan tawa yang aku berikan untukmu
tiada henti angin mengembara
menembus kulit jiwa muda kita yang seakan rapuh
sejenak tersentak oleh desah sang sepi
kembali aku mencumbumu dalam diam hati ini
kemana arah yang semakin semu
bila gundah tiada akan berbeda
adakah ini jelmaan cinta yang sempat tertunda
atau hanya bisikan iblis yang pernah bersandar pada kegundahanku
jendela hati membentang tawa
walau kulukis namamu pada sehelai angin
sedang imaji mengelana
terlihat muram suara getaran asa
pada sepucuk rindu aku bersua
seakan malam menyapa lelapku
pada keheningan tawa yang aku berikan untukmu
tiada henti angin mengembara
menembus kulit jiwa muda kita yang seakan rapuh
sejenak tersentak oleh desah sang sepi
kembali aku mencumbumu dalam diam hati ini
kemana arah yang semakin semu
bila gundah tiada akan berbeda
adakah ini jelmaan cinta yang sempat tertunda
atau hanya bisikan iblis yang pernah bersandar pada kegundahanku
Entah
Ketika aku belajar berjalan,
aku mengenalnya
tak pernah terbayang sedikitpun
bahwa semua tak seindah yang diajarkannya
aku melintas diantara malam
mencari sesuatu yang pernah aku dapatkan darinya
semakin lama kumencari,
semakin menjauh apa yang aku cari
ada yang mengikutiku,
ketika aku bercermin pada air mata
berlari tanpa henti
seakan ingin menggapaiku
apa yang sebenarnya terjadi?,
aku merasakan sesuatu yang membuatku resah,
dalam diam aku sedikit berharap,
adakah segalanya akan kembali...
Kosong
Tidak...
karena itu hanya membuatku kosong
namun benarkah hati hanya sebuah ruang mati yang bisa dikosongkan??
barangkali tidak,
karena kau tetap saja hadir dan melintas mengisi setiap sudut sepi dan mimpi
kenapa harus selalu ada kesedihan dan airmata ketika kau pergi??
jika setiap yang datang memang harus pergi dan setiap yang pergi belum tentu kembali
aku mengerti semua itu...
barangkali aku memang hanya bisa berhenti memikirkanmu,
tapi tidak melupakanmu
barangkali tidak,
kenapa harus selalu ada kesedihan dan airmata ketika kau pergi??
jika setiap yang datang memang harus pergi dan setiap yang pergi belum tentu kembali
aku mengerti semua itu...
barangkali aku memang hanya bisa berhenti memikirkanmu,
tapi tidak melupakanmu
She Go Away
SoMetimes I Feel like Everyone,
dOn't CaRe With trOubLe ArRoUnd me...
whY tHe Sun Can't Shine LiKe Before?
maYbe tHe Sun Has boRed to me...
wHeRe is mY An9eL?
wHy did sHe 9o aWaY?
I caN't LiFe aLoNe in world
iF I need soMethin9 in my HeaRt
Give me oNe oPPortunitY,
I'll praY with the heart to the GOD
wHeRe is mY An9eL?
wHy did sHe 9o aWaY?
Alamkoe Doeloe
acuh lihat alam ku dicemari
nenekku pernah berkata,
Indonesia seperti permadani
membentang luas samudera,
diiringi kicau burung bernyanyi
kusambut mentari pagi
ditemani indahnya sang pelangi
bersemi kuncup melati
melambaikan kebanggaan negeri
tapi itu dulu...
dijaman moyangku
sekarang alamku
tak seperti dulu
Subscribe to:
Posts (Atom)

