Produk karya tangan-tangan warga Indonesia memang sudah terbukti berkualitas tinggi. Ketenaran kualitas Gitar Genta pun sudah melanglang buana hingga ke mancanegara. Di luar negeri, gitar Genta diberin merek 'Faith'.
Coba perhatikan gitar yang kita punya. Jika mereknya Faith tapi dibeli di luar negeri, anda sedikit tertipu. Karena sebetulnya gitar tersebut berasal dari sebuah industri rumahan yang berada di Jalan Ujungberung, Bandung.
Bagi yang datang dari luar kota, tinggal tanya saja kepada warga di sekitar Ujungberung ini.
Showing posts with label music articles. Show all posts
Showing posts with label music articles. Show all posts
The Rollies
Grup kebanggan kota kembang Bandung yang terdengar pada tahun 1967 hingga awal 1990an ini terdiri dari Bangun Sugito (vokal), Utje F. Tekol (bas), Jimmy Manoppo (drum), Benny Likumahuwa (trombon), Delly Joko Arifin (keyboards/vokal), Bonny Nurdaya (gitar) dan Teungku Zulian Iskandar (saksofon).dan beberapa nama musisi yang pernah mengisi setelah itu seperti Deddy Stanzah, Didit Maruto, Marwan dan Iwan Krisnawan.
Otak dari Rollies sebenarnya adalah Deddy Sutansa (kemudian menjadi Stanzah). Seorang pemetik gitar, bas, dan juga penyanyi yang karismatis pada zamannya. Dalam sebuah penampilannya di Teater Terbuka Taman Ismail Marzuki, Deddy tampil sendirian dan hanya gitar menemaninya. Begitu dia terdengar langkahnya di panggung yang masih gelap, penonton sudah bersorak menyambut.
Utje F Tekol yang kemudian menggantikannya sebagai pemetik gitar bas mengakui sempat tidak percaya bahwa dia bisa mengambil posisi Deddy di Rollies pada tahun 1974. Menurut Utje, yang sekarang berusia 54 tahun, sebelum bergabung dia memang penggemar fanatik Rollies dan pengagum Deddy Stanzah.
Ucok AKA dan SAS
Band Rock Fenomenal asal Surabaya di tahun 1970-an yang pernah diperbincangkan oleh Aktual majalah terbitan Bandung yang menjadi bacaan wajib para penggila musik ini beranggotakan Ucok Harahap (vokal/kibor), Arthur Kaunang (bas/vokal), Sonata Tanjung (gitar/biola/vokal), dan Syeh Abidin (drum/vokal).dengan mengusung nama AKA (Apotik Kaliasin)
Polemik itu berkisar pada soal layak-tidaknya AKA mengklaim dirinya sebagai pengusung aliran underground (bawah tanah). Istilah bawah tanah waktu itu merujuk pada jenis musik hingar-bingar (heavy metal) yang dibarengi dengan berbagai atribut nonmusikal, seperti rambut gondrong, pakaian awut-awutan, serta atraksi panggung yang teatrikal dan sensasional.
AKA waktu itu gemar membawakan lagu-lagu keras milik Grand Funk Railroad, Led Zeppelin, Deep Purple, Black Sabbath, hingga James Brown. Lagu James Brown, Sex Machine, adalah salah satu lagu kegemaran Ucok.
AKA gemar menampilkan aksi-aksi Ucok yang sensasional seperti Alice Cooper, band Amerika Serikat yang sangat dikenal dengan atraksi teatrikalnya, misalnya masuk ke peti mati atau diikat di tiang gantungan.
Mainkan Bluesmu
Blues adalah salah satu jenis musik yang berasal dari negeri paman sam yang biasa dimainkan oleh orang negro yang kebanyakan dari kelas bawah.
Perkembangan musik membawa musik blues ke jajaran musik yang banyak di pelajari baik oleh musisi-musisi terkenal maupun yang tidak terkenal
Perkembangan musik blues dapat merembet ke segala jenis musik baik jazz, reggea, rock n roll, dan pop, karena blues adalah salah satu akar musik yang telah lama ada dan salah satu dasar dari jenis-jenis musik yang sekarang telah berjumlah ribuan
Bermain blues sangatlah sederhana, tapi penjiwaan bermain blues itu yang di cari orang, teknik dasar bermain blues iyalah “pentatonic” bila kita bermain di tangga nada C major, berarti kita dapat memainkan melodi blues di tangga pentatonic nada A minor, cara paling mudah adalah mengurangi satu setenggah dari tangga nada mayornya, C di kurangi satu setenggah adalah A maka kita dapat bermain di tangga nada A minor.
Tangga nada pentatonic A minor terdiri dari dua nada di setiap senarnya, bila kita barmain dari senar 1 berati nada yang ditekan adalah A dan C, di senar 2 adalah E dan G di senar 3 adalah C dan D di senar 4 adalah G dan A di senar 5 adalah D dan E dan terakhir di senar 6 adalah A dan C, semua diawali di kolom 5.
Perkembangan musik membawa musik blues ke jajaran musik yang banyak di pelajari baik oleh musisi-musisi terkenal maupun yang tidak terkenal
Perkembangan musik blues dapat merembet ke segala jenis musik baik jazz, reggea, rock n roll, dan pop, karena blues adalah salah satu akar musik yang telah lama ada dan salah satu dasar dari jenis-jenis musik yang sekarang telah berjumlah ribuan
Bermain blues sangatlah sederhana, tapi penjiwaan bermain blues itu yang di cari orang, teknik dasar bermain blues iyalah “pentatonic” bila kita bermain di tangga nada C major, berarti kita dapat memainkan melodi blues di tangga pentatonic nada A minor, cara paling mudah adalah mengurangi satu setenggah dari tangga nada mayornya, C di kurangi satu setenggah adalah A maka kita dapat bermain di tangga nada A minor.
Tangga nada pentatonic A minor terdiri dari dua nada di setiap senarnya, bila kita barmain dari senar 1 berati nada yang ditekan adalah A dan C, di senar 2 adalah E dan G di senar 3 adalah C dan D di senar 4 adalah G dan A di senar 5 adalah D dan E dan terakhir di senar 6 adalah A dan C, semua diawali di kolom 5.
John Lennon
Salah satu musisi terbaik dunia jebolan The Beatles ini lahir di Liverpool, Inggris, Pada 9 Oktober 1940 dengan nama Lengkap John Winston Lennon atau yang lebih kita kenal dengan John Lennon.Sebagai musisi multi talent John paling dikenal sebagai penyanyi, pencipta lagu, instrumentalis, penulis, dan aktivis politik yang terkenal di seluruh dunia sebagai pemimpin dari The Beatles. Lennon dan Paul McCartney membentuk partnership pencipta lagu yang paling sukses dan berhasil hingga saat ini. Lennon dengan sinismenya dan mcCartney dengan optimismenya melengkapi satu sama lain dengan sangat baik.
John mengawali karir bersama The Beatles pada 1960. beberapa album yang dirilis bersama The Beatles di antaranya,
Please Please Me (1963),
With the Beatles (1963),
A Hard Day's Night (1964),
Beatles for Sale (1964),
Help! (1965),
Rubber Soul (1965),
Revolver (1966),
Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band (1967),
The Beatles (1968),
Yellow Submarine (1969),
Abbey Road (1969)
Let It Be (1970).
Setelah bubarnya The Beatles pada tahun 1970, ia juga sukses dengan karir solonya. Salah satu hitsnya yang hingga kini masih sangat terkenal adalah Imagine, lagu yang kemudian menjadi salh satu himne perdamaian dunia.
John mengawali karir solonya Selama 1970 sampai 1975,
John menjalani karir solo, dengan album-album yang dirilis di antaranya,
John Lennon/ Plastic Ono Band (1970),
Imagine (1971),
Some Time in New York City (with Yoko Ono 1972),
Mind Games (1973),
Walls and Bridges (1974),
Rock 'n' Roll (1975),
Double Fantasy (with Yoko Ono 1980),
Milk and Honey (with Yoko Ono 1984),
dan lain-lain.
Lennon juga menunjukkan sifatnya yang pemberontak dan selera humornya yang sinis dalam film-film seperti A Hard Day's Night (1964), dalam buku yang ditulisnya seperti In His Own Write, konferensi pers dan wawancara. Ia menggunakan kepopulerannya untuk kegiatannya sebagai aktivis perdamaian, seniman dan penulis.
Lennon dua kali menikah, yaitu dengan Cynthia Powell di tahun 1962 dan seniman Jepang, Yoko Ono di tahun 1969. Ia memiliki dua orang anak, Julian Lennon (lahir tahun 1963) dan Sean Taro Ono Lennon (lahir tahun 1975). Ia meninggal di New York pada 8 Desember 1980 di usia 40 tahun karena ditembak oleh salah satu fansnya sendiri, Mark Chapman,
Album Solo Slash
Siapa yang tak mengenal Slash. Sang gitaris dengan ciri khas gitar les paul itu ditaksir banyak musisi untuk berkolaborasi.Hal ini terbukti dengan akan diluncurkannya album solo dia yang rencananya akan dirilis pada awal 2010 nanti.
Album solo Slash tersebut akan diberi tajuk 'Slash & Friends'. Slash memasang target untuk menyelesaikannya akhir November ini. Beberapa musisi yang terlibat adalah Flea 'Red Hot Chilli Peppers', Dave Grohl 'Foo Fighters' dan rocker gaek Alice Cooper.
Tapi tidak bagi Jack White yang baru saja menolaknya.
Drummer band White Stripes itu menolak ajakan Slanh berkolaborasi di album solo mantan gitaris Guns N' Roses tersebut. Gara-garanya Slash meminta Jack bernyanyi.
"Saya mau Jack White bernyanyi di satu lagu, tapi dia tak mau nyanyi. Dia bilang saya main drum, saya main gitar tapi saya tak mau bernyanyi," ujar Slash.
Namun Slash bersikeras membujuk Jack untuk bernyanyi. Karena itu memang hal yang tak pernah dilakukan Jack di depan publik.
"Dia adalah orang yang ingin sekali saya ajak kerja bareng. Dibanding yang lainnya saya akan berusaha mendapatkannya," jelas Slash.
tapi apapun itu kalo Slash nawari saya buat kerja bareng, mungkin saya juga akan nolak.
apalagi kalo disuruh nyanyi, hehehehehe
maklum suara saya masih fals banget.
Review Slank - Piss
Album ketiga Slank berlabel Piss ini Bagi saya pribadi, merupakan album paling baik yang pernah dihasilkan oleh Slank.ketika saya kelas 4 SD album ini merupakan salah satu album mereka yang mendapatkan penghargaan BASF Award. Saya lupa untuk kategori apa dan tanggal berapa tepatnya.
tapi yang jelas Slank di album ini, masih merupakan anak muda yang perlu teriak sekeras-kerasnya.
dengan balutan sampul album mirip vokalis The Doors, Jim Morrison mereka mengapresiasikan karya terbaiknya sepanjang masa.
Lagu yang paling saya ingat dari album ini adalah Piss. Lagu yang sampai saat ini saya sudah bekerja masih ada di set reguler slank sampai hari ini.
Lagu yang begitu penuh kemarahan. Sebuah protes vulgar terhadap perang.
Sengaja ditulis dengan ejaan yang sedikit memaksa untuk diIndonesiakan dengan raungan gitar khas Pay yang menurut saya ga tergantikan dengan kedua gitaris slank saat ini.
album piss ini dibuka dengan lagu Mau (Beli) Tidur. Liriknya dan lagunya bagus.
lagu yang membuat rekaman ini begitu indah. Singel pertama yang bikin semua orang terperanjat dengan liriknya yang sangat sederhana. Tidak begitu beraturan, tapi punya efek kejut yang cukup hebat.
Piss juga berisikan sejumlah lagu yang sangat kuat dalam lirik, tipikal Slank era itu. Sebut saja BMW yang mengkritik jalan tol yang menipu publik dengan kemacetannya. Atau mungkin Korban Tradisi yang cukup menebas batas ketabuan di jaman itu dengan liriknya yang menegaskan dengan sangat lugas sikap mempertanyakan pentingnya keperawanan.
dan satu lagu yang jadi hits sepanjang masa Anyer 10 Maret.
Lagu cinta paling jenius yang pernah dihasilkan oleh formasi Slank sampai hari ini. sebuah lagu yang didedikasikan untuk pacar salah satu personel slank saat itu yang telah tiada.
lalu satu lagu lagi, Kirim Aku Bunga. yang juga berhasil menjadi lagu yang sangat radio friendly pada dekade itu. Ciri khas Slank dan banyak band di era itu. Tidak menciptakan lagu yang rumit dari segi strukturnya.
Dari segi musikal, album ini menegaskan musik Slank era rekaman awal yang begitu membagi peran masing-masing instrumen dengan sangat dominan. Isian kibor Indra Qadarsih yang begitu tepat, kadang-kadang memberikan kesan yang begitu mendalam. Sebuah kesan yang begitu dirindukan dalam tubuh Slank era sekarang.
Atau suara mentah drum Bimbim yang sekarang sudah hilang dari rekaman Slank dua atau tiga album terakhir. Keliaran vokal Kaka juga begitu khas di sini terutama dari segi lirik.
Jika slankers kangen dengan Slank versi pemberontak, album ini mungkin harus ada di dalam koleksi anda.
Headbang To The Rhythm
Can you imagine life without music? It’s very difficult to imagine no doubt, but one thing is certain, life would have been dull and boring had it not been for music. In fact you can never come across a person who says that they have never hummed a tune in their life or that they do not love music. Well everyone cannot become great singer, but we all exercise our vocals in the privacy of our bathrooms. If anyone says that they do not sing in the shower, chances are likely that are they are lying. Heavy metal music is a genre of music that evolved in the late 60s and early 70s. Heavy metal music is also referred to as metal music, and this music reached the zenith of its popularity in the 80s and many subgenres of music evolved from heavy metal music. The sounds associated with heavy metal music consisted of heavy guitar and drum centered sound with highly amplified distortion of fast guitar.
Devoted fans of heavy metal music are referred to as headbangers and metalheads world wide. Heavy metal music is characterized by loud distorted guitar sounds, dense drum and bass sound, emphatic rhythm combined with vigorous vocals. A typical heavy metal music band consists of a bassist, a rhythm guitarist, a drummer, a lead guitarist and a lead singer or vocalist. The vocalist may or may not play an instrument. Today heavy metal music has a variety of styles namely power metal; progressive metal and symphonic metal and most of the present day bands often make sure of the electronic keyboard. The heavy volume used in heavy metal music is a vital element of attraction towards the music for fans, especially for live performances. Most popular theme for songs of heavy metal music is violence, fantasy, sex and the occult.
Physical gestures are a vital part of heavy metal music and this is very much evident during live performances. Moshing, headbanging, hand gestures like devil horns, stage diving, air guitar and crowd surfing are very popular among singers and fans of heavy metal music. If you are thinking that heavy metal music is just a form of entertainment, then think again. Researchers have recently found out that heavy metal music can be a great source of comfort to teenage children. The study has found out that teenagers who regularly listen to heavy metal music cope better with pressures as compared to their peers. So now if you find out that your teenage child is hooked to heavy metal music you can just simply rest easy.
Heavy metal music has several subgenres. Underground metal is one of the broad categories of heavy metal music and there are five categories under this namely: death metal, trash metal, black metal, doom metal, gothic metal, power metal and trash metal. The sound that was developed by trash musicians was mush faster and aggressive then the original heavy metal music. Some of the popular heavy metal musicians and bands are Guns N Roses, Iron Maiden, Poison, Bon Jovi, Ozzy Osbourne and Deff Leppard.
Devoted fans of heavy metal music are referred to as headbangers and metalheads world wide. Heavy metal music is characterized by loud distorted guitar sounds, dense drum and bass sound, emphatic rhythm combined with vigorous vocals. A typical heavy metal music band consists of a bassist, a rhythm guitarist, a drummer, a lead guitarist and a lead singer or vocalist. The vocalist may or may not play an instrument. Today heavy metal music has a variety of styles namely power metal; progressive metal and symphonic metal and most of the present day bands often make sure of the electronic keyboard. The heavy volume used in heavy metal music is a vital element of attraction towards the music for fans, especially for live performances. Most popular theme for songs of heavy metal music is violence, fantasy, sex and the occult.
Physical gestures are a vital part of heavy metal music and this is very much evident during live performances. Moshing, headbanging, hand gestures like devil horns, stage diving, air guitar and crowd surfing are very popular among singers and fans of heavy metal music. If you are thinking that heavy metal music is just a form of entertainment, then think again. Researchers have recently found out that heavy metal music can be a great source of comfort to teenage children. The study has found out that teenagers who regularly listen to heavy metal music cope better with pressures as compared to their peers. So now if you find out that your teenage child is hooked to heavy metal music you can just simply rest easy.
Heavy metal music has several subgenres. Underground metal is one of the broad categories of heavy metal music and there are five categories under this namely: death metal, trash metal, black metal, doom metal, gothic metal, power metal and trash metal. The sound that was developed by trash musicians was mush faster and aggressive then the original heavy metal music. Some of the popular heavy metal musicians and bands are Guns N Roses, Iron Maiden, Poison, Bon Jovi, Ozzy Osbourne and Deff Leppard.
Positive Music for a Relaxing Meditation
Meditation music produces measurable results. It slows our heartbeats down to about one beat per second, which can allow us to relax, let go, meditate and/or fall asleep.
There are different types of meditation however, and different types of music are appropriate for each. A relaxing meditation is intended to help you slow down and release stress, so the best music is easy to listen to and has elements that embody peace and harmony. The instruments and type of music are those that you associate with these qualities. This can differ from person to person. For example, you might associate flute music with lilting tunes and it might then invigorate you, while someone else may equate flute music with peaceful forest scenes or waterfalls.
Positive music is the best kind for meditation because it has beneficial qualities and is emotionally and spiritually uplifting, many believe even healing. Additionally, it can be relaxing, calming, or even physically and mentally stimulating. Positive music is not about lyrics, but about the music itself.
The music of the '50s was almost all positive, so much so that there was no need to call it that, as there was no "negative" music to speak of. Today's music is much different; heavy metal, grunge, punk rock, and other genres all contribute to a large body of negative music, music that expresses and evokes images of anger, fear, ugliness, hatred and pain. Even classical music written with a lot of discord can be considered negative. In the early 20th century, the works of Arthur Schonburg were rejected and in some instances almost caused riots amongst concert goers. Since then discordant music has been accepted and incorporated by modern music composers and music schools.
Negative music has become a part of modern tv and movies, forming the basis of music scores that evoke terror, suspense, and fear, and thereby helping to shape modern culture.
Positive music, on the other hand, has been present through all time, and thanks to modern media, people are becoming aware of positive music forms they never even knew existed before, examples of which are Gregorian chants and ancient Jewish and Arabic music. Positive music has the ability to transform and uplift, infuse people with feelings of content and wellbeing.
This is not to say that sad music is negative. I'm thinking specifically of the music of Sarah McLachlan when I say that a singer/songwriter can reach deep and then soar, and leave you with a feeling of being understood in your sadness, yet uplifted with comfort and hope. There is rock music such as the music of the Moody Blues or U2 which can evoke images of angels.
This is therefore not a statement about any particular genre of music in its entirety, just that if you listen carefully, you will recognize whether the music you are listening to is positive or negative by the way your mind, body, emotions and psyche react. When you are practicing a relaxing meditation, you can learn to choose the right music, and positive music is a great place to start.
There are different types of meditation however, and different types of music are appropriate for each. A relaxing meditation is intended to help you slow down and release stress, so the best music is easy to listen to and has elements that embody peace and harmony. The instruments and type of music are those that you associate with these qualities. This can differ from person to person. For example, you might associate flute music with lilting tunes and it might then invigorate you, while someone else may equate flute music with peaceful forest scenes or waterfalls.
Positive music is the best kind for meditation because it has beneficial qualities and is emotionally and spiritually uplifting, many believe even healing. Additionally, it can be relaxing, calming, or even physically and mentally stimulating. Positive music is not about lyrics, but about the music itself.
The music of the '50s was almost all positive, so much so that there was no need to call it that, as there was no "negative" music to speak of. Today's music is much different; heavy metal, grunge, punk rock, and other genres all contribute to a large body of negative music, music that expresses and evokes images of anger, fear, ugliness, hatred and pain. Even classical music written with a lot of discord can be considered negative. In the early 20th century, the works of Arthur Schonburg were rejected and in some instances almost caused riots amongst concert goers. Since then discordant music has been accepted and incorporated by modern music composers and music schools.
Negative music has become a part of modern tv and movies, forming the basis of music scores that evoke terror, suspense, and fear, and thereby helping to shape modern culture.
Positive music, on the other hand, has been present through all time, and thanks to modern media, people are becoming aware of positive music forms they never even knew existed before, examples of which are Gregorian chants and ancient Jewish and Arabic music. Positive music has the ability to transform and uplift, infuse people with feelings of content and wellbeing.
This is not to say that sad music is negative. I'm thinking specifically of the music of Sarah McLachlan when I say that a singer/songwriter can reach deep and then soar, and leave you with a feeling of being understood in your sadness, yet uplifted with comfort and hope. There is rock music such as the music of the Moody Blues or U2 which can evoke images of angels.
This is therefore not a statement about any particular genre of music in its entirety, just that if you listen carefully, you will recognize whether the music you are listening to is positive or negative by the way your mind, body, emotions and psyche react. When you are practicing a relaxing meditation, you can learn to choose the right music, and positive music is a great place to start.
Cara Merekam Guitar ke PC / Notebook
Ada beberapa cara untuk merekam gitar ke komputer. Ini bervariasi dari mulai dengan kabel gitar ke komputer yang sederhana sampai dengan yang menggunakan kabel USB. Semua cara ini sangat mudah melakukannya.
Langkah 1
Hubungkan headphone/line out dari ampli gitar ke line in soundcard komputer. Yang diperlukan untuk ini adalah sebuah Kabel Audio dari Gitar ke Komputer yang mempunyai jack standard pada ujungnya, dan sebuah mini-jack pada ujung satunya lagi.
Hubungkan headphone/line out dari ampli gitar ke line in soundcard komputer. Yang diperlukan untuk ini adalah sebuah Kabel Audio dari Gitar ke Komputer yang mempunyai jack standard pada ujungnya, dan sebuah mini-jack pada ujung satunya lagi.
Langkah 2
Hubungkan gitar elektrik secara langsung ke soket mic-in pada sound card. Cara ini tidak menghasilkan rekaman kualitas tinggi untuk seorang profesional tapi bisa cocok untuk amatiran.
Hubungkan gitar elektrik secara langsung ke soket mic-in pada sound card. Cara ini tidak menghasilkan rekaman kualitas tinggi untuk seorang profesional tapi bisa cocok untuk amatiran.
Langkah 3
Menggunakan sebuah perlengkapan USB yang bisa menyederhanakan proses rekaman. JamLab adalah salah satu peralatan berdasrkan USB yang cukup populer, didisain secara khusus untuk gitaris. JamLab mengubah komputer PC atau Mac menjadi sebuah sistim gitar tanpa memerlukan tambahan peralatan lain kecuali guitar. JamLab menghubungkan secara langsung ke komputer via sebuah koneksi USB yang sederhana, dan memanfaatkan sebuah input ¼ inch untuk gitar.
Menggunakan sebuah perlengkapan USB yang bisa menyederhanakan proses rekaman. JamLab adalah salah satu peralatan berdasrkan USB yang cukup populer, didisain secara khusus untuk gitaris. JamLab mengubah komputer PC atau Mac menjadi sebuah sistim gitar tanpa memerlukan tambahan peralatan lain kecuali guitar. JamLab menghubungkan secara langsung ke komputer via sebuah koneksi USB yang sederhana, dan memanfaatkan sebuah input ¼ inch untuk gitar.
Langkah 4
Menggunakan M-Audio Fast-Track USB adalah cara lain yang sederhana untuk melakukan rekaman dengan mudah ke notebook/laptop. Hubungkan M-Audio Fast Track USB ke port USB dari komputer dan kita siap untuk merekam. Fast Track USB mempunyai sebuah input untuk instrument musik seperti gitar, bas dan keyboard, plus sebuah input microphone untuk merekam vocal atau suara instrument akustik lainnya.
Menggunakan M-Audio Fast-Track USB adalah cara lain yang sederhana untuk melakukan rekaman dengan mudah ke notebook/laptop. Hubungkan M-Audio Fast Track USB ke port USB dari komputer dan kita siap untuk merekam. Fast Track USB mempunyai sebuah input untuk instrument musik seperti gitar, bas dan keyboard, plus sebuah input microphone untuk merekam vocal atau suara instrument akustik lainnya.
Langkah 5
Banyak musisi profesional akan menggunakan peralatan USB yang mengkombinasikan input Audio dan output MIDI. Cara ini cocok untuk seorang gitaris yang menginginkan sebuah solusi home studio lengkap pada komputer PC atau Mac. Tascam memiliki dua unit, (US-122L dan US-144) yang sangat populer karena kemudahan dalam penggunaannya.
Banyak musisi profesional akan menggunakan peralatan USB yang mengkombinasikan input Audio dan output MIDI. Cara ini cocok untuk seorang gitaris yang menginginkan sebuah solusi home studio lengkap pada komputer PC atau Mac. Tascam memiliki dua unit, (US-122L dan US-144) yang sangat populer karena kemudahan dalam penggunaannya.
Langkah 6
Metode merekam gitar yang profesional adalah menggunakan sebuah microphone untuk merekam output dari ampli (untuk para gitaris elektrik), atau gitar akustik. Cara ini akan menghasilkan sebuah suara yang kurang “bersih”, tapi beberapa gitaris (yang ingin menghasilkan suara seperti White Stripes) akan lebih suka suara “retro” ini.
Metode merekam gitar yang profesional adalah menggunakan sebuah microphone untuk merekam output dari ampli (untuk para gitaris elektrik), atau gitar akustik. Cara ini akan menghasilkan sebuah suara yang kurang “bersih”, tapi beberapa gitaris (yang ingin menghasilkan suara seperti White Stripes) akan lebih suka suara “retro” ini.
posted by : pelopor.wordpress.com
Grunge Is Soul
Suatu genre musik pastilah terpengaruh oleh gaya hidup yang dianut, seperti dalam kehidupan kita sehari-hari. Begitu pula Musik Grunge yang sangat dipengaruhi oleh gaya hidup NgeGrunge itu sendiri. bagaimana gaya hidup musik Grunge yang sebenarnya?banyak pengamat musik dan kritikus dari barat yang beranggapan bahwa gaya hidup Grunge yang asli gaya hidup yang erat kaitannya dengan sampah. Mereka makan sehari-harinya dari sampah yang dipungut dan dari koin recehan yang dilempar orang, hidup dari tunjangan sosial pemerintah, tidur mabuk di trotoar atau di bangku-bangku taman, sekali-kali ngompas dan melakukan tindak kriminal dan banyak hal lain yang kurang pantas untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Itulah mengapa para musisi pengusung musik Grunge menolak dengan tegas apabila mereka dijuluki musisi Grunge!
seperti Sound Garden dan Alice in Chains. Mereka lebih bangga disebut musisi Hard Rock, itu mereka buktikan dengan album kompilasi mereka dalam HardRock Compilations#1.
SilverChair dan Pearl Jam lebih bangga jika disebut musisi Alternatif / modern Rock. Hal ini dibuktikan dengan pendapat dari vokalis dan gitaris SilverChair Daniel John yang mengatakan dirinya sangat menyukai musik Grunge tetapi menolak dengan keras jika disebut musisi Grunge. Dia menolak karena mereka mempunyai fasilitas, mereka kuliah,hidup layak dan kemana-mana naik mobil.
dan yang lebih menyedihkan Nirvana dan Kurt Cobain yang dianggap sebagai icon grunge itu sendiri juga menolak disebut sebagai musisi Grunge. Cobain sendiri lebih senang disebut Punkers, karena mereka lebih bisa berfikir dan menyelami jiwa masihng-masing, bukan hanya karena lagunya enak lantas mereka menari dalam berbagai istilah (pogo,moshing,ect..) tetapi nggak tahu apa yang mereka inginkan disampaikan dari lagu tersebut. Cobain sangat membenci ulah anak-anak Grunge yang sedemikian apatis dan egois. hal ini ia tuangkan di lagu in bloom, Cobain sendiri sebenarnya pingin membentuk Nirvana band Punk. Ini dibuktikan bahwa dengan pendapat Christ Novoselic yang menjelaskan bahwa Cobain sebenarnya menginginkan Nirvana menjadi sebuah band Punk bernuansa seperti Sex Pistols tetapi karena ia kekurangan referensi maka jadilah Nirvana menjadi sebuah band Punk yang aneh!
namun diluar itu semua band-band tadi sependapat dalam satu hal bahwa Grunge bukanlah gaya hidup yang mereka anut walaupun mereka memainkan musik Grunge, tetapi lebih pada unsur bahwa Grunge is Soul yang mencerminkan tentang kejiwaan yang redup, bercerita tentang sisi lain dari dunia yang orang lain menganggapnya sinting dan lebih pada sifat koreksi pada diri sendiri. Di Amerika sendiri kaum Grunge berbaur dalam kehidupannya sehari-hari dengan kaum Punk dan ketika ditanya kenapa nggak sekalian masuk ke musik Punk? Mereka menjawab bahwa itu adalah masalah selera, tidak semua orang menyukai hamburger, ada juga yang suka steak atau hot dog.
saya sendiri secara pribadi tidak terlalu mempermasalahkan hal ini karena meski Kurt Cobain sendiri sebagai icon Grunge tidak mengakui sebagai musisi grunge tetapi saya yakin bahwa dialah sebenarnya pencetus istilah musik grunge itu sendiri. dan sebagai bentuk kecintaan saya kepada grunge saya mendirikan grup di salah satu situs pertemanan.
buat kalian Grunge sejati yang ingin membantu saya melestarikan musik ini, mari kita bersatu di Grunge Is Soul Community!!!
Manajemen Jhon Paul Ivan
Untuk grup band sekelas Boomerang, tak cuma dibutuhkan kepiawaian bermain alat musik saja. Tapi, bagaimana memanej band agar tetap utuh juga sangat diperlukan. Di Boomerang, personilnya menyadari, mereka tak hanya melulu tampil, tapi juga harus punya kesamaan visi supaya band nya tetap utuh.
Bicara soal visi dan gaya manajemen band ini, rupanya di Boomerang sendiri, ada personil yang ‘cukup repot.’ Tanpa mengurangi peran personil lainnya, gitaris Boomerang, John Paul Ivan, punya power lebih disitu.
Ada sederet kesibukkan cowok gondrong yang sudah mirip dengan Slash, mantan gitaris Guns n’Roses. Persoalan permainan musik dan peralatan, dalam hal ini gitar misalnya. Bayangkan, suatu saat ketika tampil di panggung live. Lagu yang Anda mainkan ternyata menuntut tuning (seteman) gitar bermacam-macam. Mau tak mau harus menyiapkan beberapa gitar dengan seteman berbeda. Menurut John, untuk mengatasi hal itu, paling ideal adalah menggunakan gitar dengan neck ganda.
Namun tentu saja untuk mendapatkan gitar dengan neck ganda tidaklah mudah. Selain langka di pasar, kalaupun ada, pasti harganya mahal. Untuk sementara, pengalaman Ivan mungkin bisa kamu jadikan pelajaran.
Nah, disinilah peran John mulai kentara. Dialah yang paling suka otak-atik berbagai piranti musik mulai dari gitar, ampli hingga effect. Konon, menurut pengakuan personil lainnya, soal otak-atik ini memang sudah jadi kegemarannya sejak ia menekuni gitar elektrik. Jangan heran jika ia sering mengganti pick up gitar yang baru dibelinya. Itu dilakukan demi mendapatkan sound yang sesuai dengan selera atau kebutuhan komposisi yang ditulisnya. ''Aku menjadi kenal berbagai warna sound,'' ungkap putra pertama pasangan Poerwandi dan Lies Widjaya ini.
Kebolehan Ivan dalam mengolah sound gitar ternyata menarik perhatian pihak pabrik gitar Carvin, di Amerika. Alhasil, ia pun dikontrak untuk mempromosikan merek itu. Terutama saat pentas dan rekaman. Apalagi gaya John asik banget kalau sudah di atas panggung.
Dalam bulletin SIT NEWS, yang diterbitkan SIT Strings CO., Inc Amerika, pernah ditulis tentang Ivan. "Boomerang adalah grup papan atas Indonesia yang dikenal setia di jalur musik rock. Penampilannya di panggung sangat agresif dan enak ditonton. Bisa disebut, Ivan adalah 'otak' Boomerang."
Ivan agaknya memang layak mendapat pujian seperti itu. Lelaki kelahiran Surabaya 3 Januari 1971 ini tidak hanya bertugas sebagai gitaris merangkap vokalis. Ia bahkan sempat ikut mengatur manajemen grup itu. Dalam setiap pembuatan album, Ivan juga selalu membantu menangani proses mixing. Hal inilah yang di atas ditulis, tak hanya kemampuan musikal saja, tapi kemampuan menejerial yang juga dipunyainya.
Sebenarnya, tidak terlalu mengherankan kalau Johanes Paulus Ivan (nama aslinya), jago urusan gitar ini. Ayah satu anak ini mulai belajar gitar sejak umur 15 tahun kala duduk di kelas III SMP di sekolah musik JVC Surabaya. Awalnya, yang dipelajari adalah gitar klasik. Setengah tahun kemudian, ia memutuskan untuk memperdalam gitar elektrik. ''Band yang saya sukai pertama kali adalah Kiss. Saya mengenalnya dari Lucky, gitaris Power Metal yang kebetulan teman satu kelas,'' kata musisi yang menyukai musik Rock & Blues.
Proses belajar itu terus dikembangkan di SMA dengan cara mengambil pelajaran ekstra kurikuler musik. Di bangku kelas III bersama teman-teman sekolahnya ia membentuk grup band bernama RADD yang kerap membawakan lagu-lagu Kiss. Lulus sekolah, Ivan menjatuhkan pilihan pada musik sebagai jalan hidupnya dengan membentuk Lost Angel, cikal bakal Boomerang.
Ivan terbilang gitaris yang suka sekali berimprovisasi. Kala masih sering membawakan lagu-lagu grup lain, misalnya, ia sama sekali tidak mau mencontek begitu saja. Tetapi terlebih dahulu ia akan mengolahnya menjadi bentuk yang lain. Ia mengaku, dengan cara ini merasa enak karena bisa memainkannya dengan hati sendiri. Keuntungan lain, ia dengan cepat mampu mengembangkan tekniknya sendiri.
Jimi Hendrix adalah musisi yang sangat mempengaruhi permainan laki-laki yang mempunyai hobi travelling ini. ''Saya suka lagu Purple Haze,'' ujar Ivan. Tetapi kala memainkan lagu ini atau lagu-lagu Jimi Hendrix lainnya, Ivan tidak pernah meniru persis teknik permainan Jimi. Tetapi, ''semangatnya yang aku ambil.''
Selain Jimi Hendrix, Ivan menyebut nama Joe Satriani. Sebagai pengagum, ia sangat menyukai lagu-lagu Joe Satriani. Tetapi, jarang sekali memainkan lagu-lagu Joe. ''Aku terpengaruh oleh nuansa lagunya,'' ungkap suami Maurren ini. Jangan heran jika nuansa musik Joe (tanpa disadari) hampir selalu muncul dalam lagu-lagu Boomerang, seperti lagu Debu Sahabatku pada album X'Travaganza. ''Ya, muncul dengan sendiri saat membikin lagu,'' ujar Ivan berkilah.
Kehadirannya di Boomerang memang vital. Selain permainan musiknya yang cukup berpengaruh, gaya manejemennya cukup membantu band secara keseluruhan. Soal, menjadi manejer sekaligus pemain, penganut Katholik taat ini, hanya tersenyum, “Mungkin suatu saat. Kalau sekarang jangan dulu deh,” imbuhnya sambil terkekeh. [joko/foto: musa]
Bicara soal visi dan gaya manajemen band ini, rupanya di Boomerang sendiri, ada personil yang ‘cukup repot.’ Tanpa mengurangi peran personil lainnya, gitaris Boomerang, John Paul Ivan, punya power lebih disitu.
Ada sederet kesibukkan cowok gondrong yang sudah mirip dengan Slash, mantan gitaris Guns n’Roses. Persoalan permainan musik dan peralatan, dalam hal ini gitar misalnya. Bayangkan, suatu saat ketika tampil di panggung live. Lagu yang Anda mainkan ternyata menuntut tuning (seteman) gitar bermacam-macam. Mau tak mau harus menyiapkan beberapa gitar dengan seteman berbeda. Menurut John, untuk mengatasi hal itu, paling ideal adalah menggunakan gitar dengan neck ganda.
Namun tentu saja untuk mendapatkan gitar dengan neck ganda tidaklah mudah. Selain langka di pasar, kalaupun ada, pasti harganya mahal. Untuk sementara, pengalaman Ivan mungkin bisa kamu jadikan pelajaran.
Nah, disinilah peran John mulai kentara. Dialah yang paling suka otak-atik berbagai piranti musik mulai dari gitar, ampli hingga effect. Konon, menurut pengakuan personil lainnya, soal otak-atik ini memang sudah jadi kegemarannya sejak ia menekuni gitar elektrik. Jangan heran jika ia sering mengganti pick up gitar yang baru dibelinya. Itu dilakukan demi mendapatkan sound yang sesuai dengan selera atau kebutuhan komposisi yang ditulisnya. ''Aku menjadi kenal berbagai warna sound,'' ungkap putra pertama pasangan Poerwandi dan Lies Widjaya ini.
Kebolehan Ivan dalam mengolah sound gitar ternyata menarik perhatian pihak pabrik gitar Carvin, di Amerika. Alhasil, ia pun dikontrak untuk mempromosikan merek itu. Terutama saat pentas dan rekaman. Apalagi gaya John asik banget kalau sudah di atas panggung.
Dalam bulletin SIT NEWS, yang diterbitkan SIT Strings CO., Inc Amerika, pernah ditulis tentang Ivan. "Boomerang adalah grup papan atas Indonesia yang dikenal setia di jalur musik rock. Penampilannya di panggung sangat agresif dan enak ditonton. Bisa disebut, Ivan adalah 'otak' Boomerang."
Ivan agaknya memang layak mendapat pujian seperti itu. Lelaki kelahiran Surabaya 3 Januari 1971 ini tidak hanya bertugas sebagai gitaris merangkap vokalis. Ia bahkan sempat ikut mengatur manajemen grup itu. Dalam setiap pembuatan album, Ivan juga selalu membantu menangani proses mixing. Hal inilah yang di atas ditulis, tak hanya kemampuan musikal saja, tapi kemampuan menejerial yang juga dipunyainya.
Sebenarnya, tidak terlalu mengherankan kalau Johanes Paulus Ivan (nama aslinya), jago urusan gitar ini. Ayah satu anak ini mulai belajar gitar sejak umur 15 tahun kala duduk di kelas III SMP di sekolah musik JVC Surabaya. Awalnya, yang dipelajari adalah gitar klasik. Setengah tahun kemudian, ia memutuskan untuk memperdalam gitar elektrik. ''Band yang saya sukai pertama kali adalah Kiss. Saya mengenalnya dari Lucky, gitaris Power Metal yang kebetulan teman satu kelas,'' kata musisi yang menyukai musik Rock & Blues.
Proses belajar itu terus dikembangkan di SMA dengan cara mengambil pelajaran ekstra kurikuler musik. Di bangku kelas III bersama teman-teman sekolahnya ia membentuk grup band bernama RADD yang kerap membawakan lagu-lagu Kiss. Lulus sekolah, Ivan menjatuhkan pilihan pada musik sebagai jalan hidupnya dengan membentuk Lost Angel, cikal bakal Boomerang.
Ivan terbilang gitaris yang suka sekali berimprovisasi. Kala masih sering membawakan lagu-lagu grup lain, misalnya, ia sama sekali tidak mau mencontek begitu saja. Tetapi terlebih dahulu ia akan mengolahnya menjadi bentuk yang lain. Ia mengaku, dengan cara ini merasa enak karena bisa memainkannya dengan hati sendiri. Keuntungan lain, ia dengan cepat mampu mengembangkan tekniknya sendiri.
Jimi Hendrix adalah musisi yang sangat mempengaruhi permainan laki-laki yang mempunyai hobi travelling ini. ''Saya suka lagu Purple Haze,'' ujar Ivan. Tetapi kala memainkan lagu ini atau lagu-lagu Jimi Hendrix lainnya, Ivan tidak pernah meniru persis teknik permainan Jimi. Tetapi, ''semangatnya yang aku ambil.''
Selain Jimi Hendrix, Ivan menyebut nama Joe Satriani. Sebagai pengagum, ia sangat menyukai lagu-lagu Joe Satriani. Tetapi, jarang sekali memainkan lagu-lagu Joe. ''Aku terpengaruh oleh nuansa lagunya,'' ungkap suami Maurren ini. Jangan heran jika nuansa musik Joe (tanpa disadari) hampir selalu muncul dalam lagu-lagu Boomerang, seperti lagu Debu Sahabatku pada album X'Travaganza. ''Ya, muncul dengan sendiri saat membikin lagu,'' ujar Ivan berkilah.
Kehadirannya di Boomerang memang vital. Selain permainan musiknya yang cukup berpengaruh, gaya manejemennya cukup membantu band secara keseluruhan. Soal, menjadi manejer sekaligus pemain, penganut Katholik taat ini, hanya tersenyum, “Mungkin suatu saat. Kalau sekarang jangan dulu deh,” imbuhnya sambil terkekeh. [joko/foto: musa]
sumber : TEMBANG.com
A Mild Live Wanted 2009
A Mild Live Wanted bisa disebut sebagai salah satu gelaran acara pencarian band berbakat di Indonesia yang paling sukses terorganisir. Dihelat sejak tahun 2007, grafik jumlah pesertanya selalu meningkat tajam dari tahun ke tahun. Kesuksesan tersebut berkat keterlibatan para pelaku industri musik senior seperti: Deteksi Production, Musica Studios dan Trinity Optima Production.Para jebolannya sendiri juga terbilang berhasil mewarnai industri musik nasional (dengan segala kelebihan & kekurangannya). D’Masiv dari angkatan 2007 dan Magneto angkatan 2008. Secara khusus, Magneto yang berasal dari Makassar membuktikan bahwa kesempatan menjadi pemenang memang terbuka luas bagi setiap pesertanya di seluruh penjuru nusantara. Tak peduli dari mana kota asal mereka.
Memasuki tahun 2009, seri ketiga AML Wanted sudah mulai bergulir. Jadi buat kalian para band pecinta dan pencipta musik pop (plus pengembangannya, pop-rock, pop-jazz, dst) sebaiknya segera persiapkan 3 demo lagu terbaik, dan kirimkan ke AMLW Drop Box Zone yang tersedia di kota kalian, pada waktu dan venue yang ditentukan. Oh ya, formulirnya (biasanya) bisa didapat di radio-radio partner lokal dan pastinya juga bisa diunduh di www.amild.com. Jangan lupa pula untuk memastikan umur kalian sudah berusia 18 tahun keatas untuk mengikuti ajang ini.
Selamat Berjuang dan Maju terus Musik Indonesia...
Learning How To Play The Guitar
There are many challenges with learning how to play the guitar, even holding it seems odd at first but provided you have got over that minor problem where do you begin?
Deciding exactly what kind of music you want to play is the first thing you must decide. This may seem obvious but it is strange just how many people start to learn to play the guitar, go for lessons from a local teacher but then give up a little while afterwards just because they wanted to play, for example, jazz but their teacher just taught them some tiresome classical piece.
Learning how to play the guitar should be a challenge, but also great fun. You are wasting your time if your trying to play music you hate. Don't forget that all the world's famous guitarists started at the beginning and had trouble with sore fingers and awkward shapes for chords. The only real difference is that they stuck at it and kept practicing.
For beginners there always is the question that is reading music for guitar necessary or not? The truth is that it really depends on the player themselves and what their final goals are. For a classical player hoping to make a career from their playing then I would advise them to start studying music notation - for everyone else it isn't necessary.
There is obviously a great help if you can sight read music and have an education that allows you to understand all the markings on the page but for most guitarists - that's what they want to do.
Learning how to read tablature or tabs takes only a few minutes to understand and then any piece is available to the student to learn, provided he has a recording. This is what all music readers constantly bring up when they extol the benefits of reading music for guitar. Tablature doesn't contain any information on the timing of a piece - so what. If any musical piece is worth listening to then someone somewhere has already recorded it. With the recording and the tablature all the information is available for others to play the piece.
With modern computers there are several programs available that not only can play the traditional musical notation but also produce the equivalent tablature. With these tools, even the most complex classical or jazz piece can be learned by someone with no knowledge of reading music for guitar at all.
So it really is just a question for the individual player to answer. There is no real need to learn in order to play even to a very advanced level but if you want to go ahead.
Many newcomers, when they start learning how to play the guitar cringe when their teacher informs them that they are going to have their first guitar scales lesson. It is understandable for without knowing scales you cannot appreciate their importance and value and they can seem just like a boring pointless exercise.
It is still vital for guitar beginners to start learning some music since that is what it is all about and being able to play some tunes encourages people to work harder to learn more. Once a student has been learning for a short time it is important to introduce a guitar scales lesson for various reasons.
There are so many advantages to learning scales on the guitar that it is impossible to cover them all here but one of the main benefits is that it is a great exercise for both the hands. Being able to move easily up and down the fretboard while employing different plucking / fingering techniques with the other hand guarantees that the student will be able to learn a musical piece much earlier.
Learning where the notes are on the fretboard will help with the understanding of chords and how to play them in alternative positions over the fretboard. This leads to probably the most important benefit that occurs after a good understanding of guitar scales has been achieved - the ability to improvise. Whether you want to play exciting heavy metal riffs or complex accompaniment to a jazz rhythm it is impossible to improvise unless you have a solid grounding in the playing of guitar scales.
Deciding exactly what kind of music you want to play is the first thing you must decide. This may seem obvious but it is strange just how many people start to learn to play the guitar, go for lessons from a local teacher but then give up a little while afterwards just because they wanted to play, for example, jazz but their teacher just taught them some tiresome classical piece.
Learning how to play the guitar should be a challenge, but also great fun. You are wasting your time if your trying to play music you hate. Don't forget that all the world's famous guitarists started at the beginning and had trouble with sore fingers and awkward shapes for chords. The only real difference is that they stuck at it and kept practicing.
For beginners there always is the question that is reading music for guitar necessary or not? The truth is that it really depends on the player themselves and what their final goals are. For a classical player hoping to make a career from their playing then I would advise them to start studying music notation - for everyone else it isn't necessary.
There is obviously a great help if you can sight read music and have an education that allows you to understand all the markings on the page but for most guitarists - that's what they want to do.
Learning how to read tablature or tabs takes only a few minutes to understand and then any piece is available to the student to learn, provided he has a recording. This is what all music readers constantly bring up when they extol the benefits of reading music for guitar. Tablature doesn't contain any information on the timing of a piece - so what. If any musical piece is worth listening to then someone somewhere has already recorded it. With the recording and the tablature all the information is available for others to play the piece.
With modern computers there are several programs available that not only can play the traditional musical notation but also produce the equivalent tablature. With these tools, even the most complex classical or jazz piece can be learned by someone with no knowledge of reading music for guitar at all.
So it really is just a question for the individual player to answer. There is no real need to learn in order to play even to a very advanced level but if you want to go ahead.
Many newcomers, when they start learning how to play the guitar cringe when their teacher informs them that they are going to have their first guitar scales lesson. It is understandable for without knowing scales you cannot appreciate their importance and value and they can seem just like a boring pointless exercise.
It is still vital for guitar beginners to start learning some music since that is what it is all about and being able to play some tunes encourages people to work harder to learn more. Once a student has been learning for a short time it is important to introduce a guitar scales lesson for various reasons.
There are so many advantages to learning scales on the guitar that it is impossible to cover them all here but one of the main benefits is that it is a great exercise for both the hands. Being able to move easily up and down the fretboard while employing different plucking / fingering techniques with the other hand guarantees that the student will be able to learn a musical piece much earlier.
Learning where the notes are on the fretboard will help with the understanding of chords and how to play them in alternative positions over the fretboard. This leads to probably the most important benefit that occurs after a good understanding of guitar scales has been achieved - the ability to improvise. Whether you want to play exciting heavy metal riffs or complex accompaniment to a jazz rhythm it is impossible to improvise unless you have a solid grounding in the playing of guitar scales.
by: Ben Frank
Kurt Cobain Gear's
Guitar : fender mustangs, fiesta red mustang, the fender Jaguar, fender stratocasters, fender mexican strats, fender telecaster, sunburst telecaster custom, the ferrington guitar, UnivoxAmps : Sunn-Beta Lead, mesa / boogie Studio Preamp, groove tubes 7025 preamp tubes, 4 crowmn 800 W power amps, two Crest 4801 power amps
effects ; roland (BOSS), DS-I Distortion pedal (9), roland (BOSS) DS-2 Turbo Distortion pedal, Roland EF-1 distortion, electro-harmonix small clone chorus, MXR phase 100, Dunlop Rotovibe, electro-harmonix echoflangers
Jimi Hendrix's Guitar
The influence of Jimi Hendrix as a guitar player is undeniable. He lived in an age populated by guitar legends and became a legend among them. Did Jimi Hendrix's guitar have any special part in the making of the legend or would Jimi have made his mark with the aid of any old guitar? For those who are interested in reproducing Jimi Hendrix's unique guitar sound, here are some facts about the instruments and equipment behind the guitar sound that shook the world like a wet kitten. The fact is there was nothing particularly special about the Jimi Hendrix guitar set-up.Jimi Hendrix was left-handed. What this means to most guitar players is you reverse the strings on a right handed guitar so that the strings are in the same order as they would be for a right-handed player, that is the sixth string on top and the first string on the lower side of the neck. If you don't want to do this you pay a lot of extra money for a left-handed guitar. Jimi chose neither of these options. He played a Fender Stratocaster strung for a right-handed player because he preferred his tone and volume control knobs on the top of the guitar.
Feedback added another dimension to Jimi's guitar playing and he got it from the three single coil pick-ups on the Stratocaster. During the evolution of the electric guitar a lot of work was put into eliminating feedback. It was considered a nuisance. The solution to the problem was the development of Humbucker pick-ups. The Strat did not use the Humbuckers so Jimi used the Strat.
Like Jimmy Page, Eric Clapton and Eddy Van Halen, Jimi used the amp of choice for heavy metal guitar play
ers - the Marshall. The Marshall sound was well-like in the seventies and is still duplicated today by effects software, but prior to the Marshall becoming the most popular amp Jimi used Fender Dual Showman and Twin Reverb amps.Did Jimi Hendrix play other guitars besides the Fender Strat? Yes he flirted with the Gibson Flying V for a while and was known to play a Epiphone acoustic but he will always be remembered as a Strat player.
The effect that is most associated with Hendrix is the wah-wah. In 1967 he heard and watched Frank Zappa using it and immediately fell in love with it. He also loved the Leslie speaker sound.
Trend Musik Indie
Belakangan ini, band-band indie makin banyak bermunculan. Meski angka penjualaan album mereka rata-rata baru berkutat di angka 50 ribu kopi, namun angka segitu untuk ukuran indie sudah cukup bagus. Hebatnya pula, gaya mereka malah jadi trend tersendiri. Sebenarnya apa sih indie band itu?.
Indie berasal dari kata Independent. Niatan awalnya adalah anti trend. Seperti diketahui, bukan hal mudah bagi banf baru untuk bisa masuk dapur rekaman milik perusahaan rekaman besar (major label).
Berbagai pertimbangan menyangkut kualitas band dan selera pasar sangat menentukan sebuah band bisa rekaman atau tidak. Nah, daripada frustasi merenungi nasib sial lantaran ditolak terus oleh label mayor, beberapa band nekad membuat dan menjual album sendiri.
Untuk promosinya mereka melakukan segala macam cara, misalnya menempel selebaran di halte-halte bus, tiang listrik, warung kopi, sekolah-sekolah, kampus-kampus, atau lewat media yang sedang kita pakai sekarang ini Internet.
Cara lain adalah dengan membuat kostum sendiri, biasanya berupa T-shirt dengan rancangan unik, dan tentusaja nama band biasanya tak ketinggalan untuk dicantumkan. Selain dipakai sendiri, sisa kostum juga dijual kepada teman-teman mereka.
Pada perjalanannya, ternyata banyak orang menyukai desain kostum-kostum tersebut. Akhirnya kostum yang mulanya hanya diproduksi kurang lebih 10 sampai 20 potong lama kelamaan diprodulsi sampai ratusan bahkan ada yang sampai ribuan potong!!
Bukan cuma itu, anak-anak Indie juga bikin handband, sabuk, sarung tangan, sepatu, dan aksesoris yang biasa buat mereka on stage.
Jalur distribusi akhirnya berkembang dengan banyak dibukanya outlet-outlet khusus yang menjual produk-produk indie. outlet-outlet inilah yang akhirnya disebut distro.
Seiring dengan berjalannya waktu, distro sekarang sudah banyak tersebar di kota-kota besar Indonesia, seperti di tanah kelahiran saya sejak kecil Surabaya. saking banyaknya distro, banyak anak-anak ABG atau anak muda yang bingung buat nentuin mana distro yang memiliki 'stok barang' paling bagus. karena semuanya bagus-bagus.
Indie berasal dari kata Independent. Niatan awalnya adalah anti trend. Seperti diketahui, bukan hal mudah bagi banf baru untuk bisa masuk dapur rekaman milik perusahaan rekaman besar (major label).
Berbagai pertimbangan menyangkut kualitas band dan selera pasar sangat menentukan sebuah band bisa rekaman atau tidak. Nah, daripada frustasi merenungi nasib sial lantaran ditolak terus oleh label mayor, beberapa band nekad membuat dan menjual album sendiri.
Untuk promosinya mereka melakukan segala macam cara, misalnya menempel selebaran di halte-halte bus, tiang listrik, warung kopi, sekolah-sekolah, kampus-kampus, atau lewat media yang sedang kita pakai sekarang ini Internet.
Cara lain adalah dengan membuat kostum sendiri, biasanya berupa T-shirt dengan rancangan unik, dan tentusaja nama band biasanya tak ketinggalan untuk dicantumkan. Selain dipakai sendiri, sisa kostum juga dijual kepada teman-teman mereka.
Pada perjalanannya, ternyata banyak orang menyukai desain kostum-kostum tersebut. Akhirnya kostum yang mulanya hanya diproduksi kurang lebih 10 sampai 20 potong lama kelamaan diprodulsi sampai ratusan bahkan ada yang sampai ribuan potong!!
Bukan cuma itu, anak-anak Indie juga bikin handband, sabuk, sarung tangan, sepatu, dan aksesoris yang biasa buat mereka on stage.
Jalur distribusi akhirnya berkembang dengan banyak dibukanya outlet-outlet khusus yang menjual produk-produk indie. outlet-outlet inilah yang akhirnya disebut distro.
Seiring dengan berjalannya waktu, distro sekarang sudah banyak tersebar di kota-kota besar Indonesia, seperti di tanah kelahiran saya sejak kecil Surabaya. saking banyaknya distro, banyak anak-anak ABG atau anak muda yang bingung buat nentuin mana distro yang memiliki 'stok barang' paling bagus. karena semuanya bagus-bagus.
Dimarzio
Di telinga para musisi Dimarzio bukanlah sebuah film telenovela. mereka pasti langsung tahu kalo itu adalah "Pick Up", sepul...orang Indonesia bilangnya...Dimarzio yang telah mengeluarkan pick up 'PAF' sebelumnya kini telah di update yaitu virtual PAF dengan model 'Humbucking Double Coil'
Virtual PAF memberikan kualitas suara terbaik tahun 50 dan awal 60an, dengan genjrengan nada rendah yang jernih dan nada tinggi yang hangat. Virtual PAF memakai teknologi tinggi yang membuat "5 magnet alnico" dimana memiliki tekanan senar yang rendah. Seperti kebanyakan DiMArzio yang memiliki 2 model, neck dan bridge.
Virtual PAF hadir dengan standard dan F Spaced Pole, warna hitam, krem, zebra (hitam dan krem), nikel atau lapisan emas. Dilengkapi dengan 4 kabel konduktor untuk semua kombinasi.
Realita Musik Indonesia
Secara kualitas sebenarnya kita tidak kalah dengan musisi luar negeri.
banyak musisi kita seperti Balawan dengan 'Magic Eight Finger' nya, Power Metal yang pernah disebut sebagai 'Dream Theather Indonesia', Iwan Fals sang 'Bob Dylan Indonesia', atau Slank sang Legenda Hidup Rock n roll
tapi mengapa di berbagai media banyak bermunculan band dan penyanyi yang cengeng dan cuma modal penampilan?
Apakah tidak ada regenerasi Musik di Negara kita?, tapi melihat maraknya komunitas Indie musik yang semakin bermunculan sekarang adalah mustahil jika faktor regenarasi yang menjadi penyebab.
Sadar atau tidak masalah utama yang kita hadapi sebenarnya adalah selera penikmat musik kita yang masih 'datar', dan selalu mengagungkan konsep 'easy listening'.
dan hal ini diperparah dengan adanya tingkat pembajakan yang masih tinggi dari para oknum yang tidak bertanggung jawab
coba bayangkan jika selara penikmat musik kita sudah tidak 'datar'?, mungkin media Radio, Televisi dan lain2 pasti tidak akan memunculkan band2 atau penyanyi 'sampah' seperti yang kita lihat sekarang ini.
Untuk apa kita memiliki musisi yang berkelas seperti Balawan, Iwan Fals atau Slank jika yang banyak muncul di media adalah band2 atau penyanyi 'sampah' yang menyanyikan lagu2 melayu!!
dan saya hanya bisa diam sambil marah2 dalam hati...
Marilah kita berkaca pada diri sendiri untuk memajukan musik Indonesia agar semua ini bisa berubah...
banyak musisi kita seperti Balawan dengan 'Magic Eight Finger' nya, Power Metal yang pernah disebut sebagai 'Dream Theather Indonesia', Iwan Fals sang 'Bob Dylan Indonesia', atau Slank sang Legenda Hidup Rock n roll
tapi mengapa di berbagai media banyak bermunculan band dan penyanyi yang cengeng dan cuma modal penampilan?
Apakah tidak ada regenerasi Musik di Negara kita?, tapi melihat maraknya komunitas Indie musik yang semakin bermunculan sekarang adalah mustahil jika faktor regenarasi yang menjadi penyebab.
Sadar atau tidak masalah utama yang kita hadapi sebenarnya adalah selera penikmat musik kita yang masih 'datar', dan selalu mengagungkan konsep 'easy listening'.
dan hal ini diperparah dengan adanya tingkat pembajakan yang masih tinggi dari para oknum yang tidak bertanggung jawab
coba bayangkan jika selara penikmat musik kita sudah tidak 'datar'?, mungkin media Radio, Televisi dan lain2 pasti tidak akan memunculkan band2 atau penyanyi 'sampah' seperti yang kita lihat sekarang ini.
Untuk apa kita memiliki musisi yang berkelas seperti Balawan, Iwan Fals atau Slank jika yang banyak muncul di media adalah band2 atau penyanyi 'sampah' yang menyanyikan lagu2 melayu!!
dan saya hanya bisa diam sambil marah2 dalam hati...
Marilah kita berkaca pada diri sendiri untuk memajukan musik Indonesia agar semua ini bisa berubah...
Cari Melodi Gitar dengan Winamp
dalam kamar setelah abis kerja seharian penuh, iseng2 aku main gitar sambil nyari2 melodi dalam sebuah lagu dengan software winamp kesayangan yang ada di dalam laptop.
Agak susah juga sih kalo dengerin melodi dengan tempo normal yang bagi saya yang gitaris amatiran.
jadi saya utak atik aja winamp kesayangan saya.
sampai akhirnya nemuin cara buat bikin lambat tempo lagu sedang dimainkan oleh si winamp.
ini cara gimana buat bikin lambat tempo lagu yang sedang dimainkan di winamp
Agak susah juga sih kalo dengerin melodi dengan tempo normal yang bagi saya yang gitaris amatiran.
jadi saya utak atik aja winamp kesayangan saya.
sampai akhirnya nemuin cara buat bikin lambat tempo lagu sedang dimainkan oleh si winamp.
ini cara gimana buat bikin lambat tempo lagu yang sedang dimainkan di winamp
- putar lagu pake software mp3 Winamp kalo format lagu bukan mp3 mendingan convert lagu ke mp3 dulu.
- Klik kanan di Winamp –> Option –> Preferences
- dibawah Tulisan Plug-ins ada DSP/Effect (kolom sebelah kiri)
- Klik Nullsoft Signal Processing Studio DSP (kolom sebelah kanan)
- Klik Tombol Configure Activate Plug-in -> Keluar Kotak Dialog -> Pilih Load
- di Folder directory tempat kamu install winamp Pilih File : justin - simple pitch and tempo (half-2x) control.sps ( kalo default biasanya C:\Program Files\Winamp\Plugins\DSP_SPS)
- Klik atau Ceklist Kotak tulisan enable processing.
- Nah disitu ada slide turun naik tempo, tinggal atur deh sesuai kemauan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
